kembalilah, kembalilah Langit menabuh genderang
berperangai lantunan Tarian hujan menggema
langkah berpelikat kuasa-kuasa-
menyatulah, menyatulah menatah persimpangan
memanggilmu sang membinar tersesap lantunan
deburan Lautan pilihanmu-
Kembalilah, kembalilah, sang pujaaan antahberantah
menyatulah, menyatulah merapal mantra demi mantra
[its banana4U]
biarkan mimpi terus mengukir khayangan, kembali hujanku terseret halilintarmu
Tampilkan postingan dengan label titian Muffin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label titian Muffin. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 Juli 2012
bersetubuh titian belantara muffin cake-15
perlahan detak jantung
mengulam pertapaan usang
memanah mimpi membalut peraduan panjang-
lukisan purnama melintasi warna bergaun aroma tanah
menjelma simponi kerinduan-
kerinduan menetak selat menjemput kasihmu
tiada terperi melangkah-
belantara aksara menderu mengubur
sayatan pedang bermata dua-
seluruh tubuhku perlahan meruncing
menuai aliran darahmu ketika tersentuh gelora angin lautan -
ketika ujung sutera jemarimu
merentang paras memujamu sang membinar-
perlahan deburan ombakmu pasang
menenggelamkan ujung karang
menitah buih kenikmatan
[sanur beach]
memanah mimpi membalut peraduan panjang-
lukisan purnama melintasi warna bergaun aroma tanah
menjelma simponi kerinduan-
kerinduan menetak selat menjemput kasihmu
tiada terperi melangkah-
belantara aksara menderu mengubur
sayatan pedang bermata dua-
seluruh tubuhku perlahan meruncing
menuai aliran darahmu ketika tersentuh gelora angin lautan -
ketika ujung sutera jemarimu
merentang paras memujamu sang membinar-
perlahan deburan ombakmu pasang
menenggelamkan ujung karang
menitah buih kenikmatan
[sanur beach]
bersetubuh titian belantara muffin cake-14
: Ya sakin khayali, A’ashek bakali sneen wala ghayrak bibali
Habibi, Habibi, Habibi ya nour el-ain, aah
Habibi, Habibi, Habibi ya nour el-ain, Ya sakin khayali
Agmal a’ouyoun filkone ana shiftaha ...
Allah a’alake allah a’la sihraha A’oyonak maa’aya ...
A’oyonak kifaya ... Tinawar layali [nb]
Habibi, Habibi, Habibi ya nour el-ain, aah
Habibi, Habibi, Habibi ya nour el-ain, Ya sakin khayali
Agmal a’ouyoun filkone ana shiftaha ...
Allah a’alake allah a’la sihraha A’oyonak maa’aya ...
A’oyonak kifaya ... Tinawar layali [nb]
bersetubuh titian belantara muffin cake-13
wahai Gemintang: Lantunan
simponi antahberantah
membiting makna mengulam noktah noktah bertuan -
sebongkah tanda menyeru syair mencadikmu
tergenggam mantra tertikam sudut peti RUHnya bersinggasana-
menggelora lautan pilihanmu memuja pertapaan
tepian ngarai melempar dentingan butiran sahara bersahaja-
serpihan pusaran melipat mantra menggema
memanggil jiwa jiwa kembara selaksa,
bertahta kekuatan persembunyian getaran ombak
memecah ujung karang membahana makna
[nb]
membiting makna mengulam noktah noktah bertuan -
sebongkah tanda menyeru syair mencadikmu
tergenggam mantra tertikam sudut peti RUHnya bersinggasana-
menggelora lautan pilihanmu memuja pertapaan
tepian ngarai melempar dentingan butiran sahara bersahaja-
serpihan pusaran melipat mantra menggema
memanggil jiwa jiwa kembara selaksa,
bertahta kekuatan persembunyian getaran ombak
memecah ujung karang membahana makna
[nb]
bersetubuh titian belantara muffin cake-12
ketika kata berulam kosa
tanpa makna
menjurai perlahan ujung langit melempar aksara
jingga nan menjingga,
ketika lukisan pelangi menggenapkan warna
kerinduan nan bertahta tertenun benang
kenangan satu persatu,
ketika bentangan sayap laguna
menggema halilintar terseret hujanmu-
ketika tatahan Lonceng bergemericing
menjemput langkah memuja peraduan panjang-
ketika kelembutan satinmu menghitam
terbalut tubuh telanjang meregang kenikmatan-
Ketika kuasa hembusan empat penjuru angin
menitis aroma buluh perindu-
ketika deburan ombak tersesap lautan pilihanmu
dilintasan zamrud khatulistiwa-
ketika semua satu disatukan tiada terhenti
penuh keabadian -
menjurai perlahan ujung langit melempar aksara
jingga nan menjingga,
ketika lukisan pelangi menggenapkan warna
kerinduan nan bertahta tertenun benang
kenangan satu persatu,
ketika bentangan sayap laguna
menggema halilintar terseret hujanmu-
ketika tatahan Lonceng bergemericing
menjemput langkah memuja peraduan panjang-
ketika kelembutan satinmu menghitam
terbalut tubuh telanjang meregang kenikmatan-
Ketika kuasa hembusan empat penjuru angin
menitis aroma buluh perindu-
ketika deburan ombak tersesap lautan pilihanmu
dilintasan zamrud khatulistiwa-
ketika semua satu disatukan tiada terhenti
penuh keabadian -
bersetubuh titian belantara muffin cake-11
*berjuta tahun memaknai penantian menjemputmu berpiala-
menggenggam tangan berbalut anggur nan memabukkan,
*melintasi cakrawala memetik untaian memerah dahaga-
kenikmatan menjurai pertapaan membilah ranting mengering,
*simponi gelombang mayangmu menabur aroma bambu-
menikahi rembulan meronce langkah nan membumi,
*sekelumit mimpi setiap malam mengukir pertemuan kita-
menari gemilang menoreh lengkungan lukisan cinta abadi
*menitis bait bait persembahan memukau kesejukan savana berbanten-
menggenapkan titian bermahkota kuasa serumpun makna
berkelopak sahara tenggelam perlahan-
ketika tatahan mata menuai empat tingkatan sewindu peraduan makna-
*satu kecupan kasih menghantar langkah jukungmu menoreh-
berjuta cadikmu melukis kebisuan menggenapkan kebekuan-
*sebutir kerinduan tersesap Lentera matahari membunuh kabut-
melempar janji temali melingkari jemari *
dentingan tetesan embun pagi ini perlahan meremang
tertetak secawan kehangatan membalut sebatang tubuhmu
wahai kekasih keabadian *
segenap jiwa raga melukis kesetiaan tiada terhenti
menimang sebutir kerinduan nan tertetaskan-
bertitah keabadian tersesap Lentera matahari
membunuh kabut melempar janji temali melingkari jemari *
menggenggam tangan berbalut anggur nan memabukkan,
*melintasi cakrawala memetik untaian memerah dahaga-
kenikmatan menjurai pertapaan membilah ranting mengering,
*simponi gelombang mayangmu menabur aroma bambu-
menikahi rembulan meronce langkah nan membumi,
*sekelumit mimpi setiap malam mengukir pertemuan kita-
menari gemilang menoreh lengkungan lukisan cinta abadi
*menitis bait bait persembahan memukau kesejukan savana berbanten-
menggenapkan titian bermahkota kuasa serumpun makna
berkelopak sahara tenggelam perlahan-
ketika tatahan mata menuai empat tingkatan sewindu peraduan makna-
*satu kecupan kasih menghantar langkah jukungmu menoreh-
berjuta cadikmu melukis kebisuan menggenapkan kebekuan-
*sebutir kerinduan tersesap Lentera matahari membunuh kabut-
melempar janji temali melingkari jemari *
dentingan tetesan embun pagi ini perlahan meremang
tertetak secawan kehangatan membalut sebatang tubuhmu
wahai kekasih keabadian *
segenap jiwa raga melukis kesetiaan tiada terhenti
menimang sebutir kerinduan nan tertetaskan-
bertitah keabadian tersesap Lentera matahari
membunuh kabut melempar janji temali melingkari jemari *
bersetubuh titian belantara muffin cake-10
ketika ufuktimur
menyunting kekuatan antahberantah
terkesima diujung dentingan cahaya merona
menetak kelam malam,
ketika pusaran makna kerinduan mendetak
memanggil namamu rembulan bertahta gemintang,
ketika buana membuka hari berjajar berjuta asa
mengukir langkah pelukan dipowinatan selaksa,
satu labirin perlahan menggaris langkah
bersinggasana tubuhmu dipertigaan
menjemput matahari nan berpeluh kerinduan *
terkesima diujung dentingan cahaya merona
menetak kelam malam,
ketika pusaran makna kerinduan mendetak
memanggil namamu rembulan bertahta gemintang,
ketika buana membuka hari berjajar berjuta asa
mengukir langkah pelukan dipowinatan selaksa,
satu labirin perlahan menggaris langkah
bersinggasana tubuhmu dipertigaan
menjemput matahari nan berpeluh kerinduan *
bersetubuh titian belantara muffin cake-9
ketika nafasmu bersabda
memuja belantara tertulis kalam membentang,
perlahan lukisan jiwa mencumbu tatapanmu menikam lukisan nan membinar
menggenapkan desah dinihari,
sentuhan alam semesta memecah gelombang lautan pilihanmu
memerah darah pusaran membumi,
tubuhmu merenggang akar memuja pohon merangkai ranting
mencumbu dedaunan kehidupan kasih abadi,
sekuntum jejak menghirup jejak mengalir tetesan kenikmatan
diujung peluh titian karang meregang, langit ulasan kitab purba
menoreh rahim pertapaan kesucian nan agung
perlahan lukisan jiwa mencumbu tatapanmu menikam lukisan nan membinar
menggenapkan desah dinihari,
sentuhan alam semesta memecah gelombang lautan pilihanmu
memerah darah pusaran membumi,
tubuhmu merenggang akar memuja pohon merangkai ranting
mencumbu dedaunan kehidupan kasih abadi,
sekuntum jejak menghirup jejak mengalir tetesan kenikmatan
diujung peluh titian karang meregang, langit ulasan kitab purba
menoreh rahim pertapaan kesucian nan agung
bersetubuh titian belantara muffin cake-8
hamparan padang ilalang
memerah tanda mencumbu parasmu membeku sukmaku,
meronce pusaran makna menitah lengkungan tubuh bergelombang awan bertahta keperakan,
dentingan hujan menggaris uraian mayangmu memuja aliran sungai kelembutan bermuara kasih antaberantah, sekelumit mimpi memotong persembahan bertahta merekah mendadu makna,
hamparan peraduan panjang membasahi kerontang kerinduan nan mematikan
meronce pusaran makna menitah lengkungan tubuh bergelombang awan bertahta keperakan,
dentingan hujan menggaris uraian mayangmu memuja aliran sungai kelembutan bermuara kasih antaberantah, sekelumit mimpi memotong persembahan bertahta merekah mendadu makna,
hamparan peraduan panjang membasahi kerontang kerinduan nan mematikan
bersetubuh titian belantara muffin cake-7
ketika warna pelangi mengiasi langit membiru kasih antahberantah,
lengkungan maknamu menggeliat
desah nan mendesah memuja kenikmatan,
gelombang bertahta lautan pilihanmu memutih
serpihan mantra purba, tetesan tirta menggenang matamu
membening danau kasih,
lingkaran pelangi menghantar warna menetak busur
melempar anak panah,
perlahan langkah menggenapkan pertapaan keabadian
[nb]
lengkungan maknamu menggeliat
desah nan mendesah memuja kenikmatan,
gelombang bertahta lautan pilihanmu memutih
serpihan mantra purba, tetesan tirta menggenang matamu
membening danau kasih,
lingkaran pelangi menghantar warna menetak busur
melempar anak panah,
perlahan langkah menggenapkan pertapaan keabadian
[nb]
bersetubuh titian belantara muffin cake-6
Kasih itu sabar ; kasih itu murah hati; tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan tidak sopan- tidak mencari keuntungan
diri sendiri. tidak pemarah -tidak menyimpan kesalahan
orang lain. tidak bersukacita karena ketidakadilan,
tetapi karena kebenaran. menutupi segala sesuatu,
percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu,
sabar menanggung segala sesuatu.[cK]
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan tidak sopan- tidak mencari keuntungan
diri sendiri. tidak pemarah -tidak menyimpan kesalahan
orang lain. tidak bersukacita karena ketidakadilan,
tetapi karena kebenaran. menutupi segala sesuatu,
percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu,
sabar menanggung segala sesuatu.[cK]
bersetubuh titian belantara muffin cake-5
Muffin ala Ly Gunners *((^_^))*
Bahan: 500gr tepung segitiga, 345gr blue band
165cc air, 6 telur, 450gr gula halus, 1 sdm Baking powder
100gr choco chip ///
Cara membuat : - ayak tepung dlm tempat adonan - air ,
blueband dilelehkan. Stlh mdidih campurkn dg tepung yg sdh diayak.
Biarkn dingin -stlh adonan dingin ,masukan telur ,
kocok dg speed 3 pd mixer slama 10 mnit. -
masukan gula halus n BP kocok dg speed 1 slama 5 menit. -
masukan choco chip ,aduk dg spatula. -
masukan adonan dlm cup muffin , panggang slama 25 menit.
Bahan: 500gr tepung segitiga, 345gr blue band
165cc air, 6 telur, 450gr gula halus, 1 sdm Baking powder
100gr choco chip ///
Cara membuat : - ayak tepung dlm tempat adonan - air ,
blueband dilelehkan. Stlh mdidih campurkn dg tepung yg sdh diayak.
Biarkn dingin -stlh adonan dingin ,masukan telur ,
kocok dg speed 3 pd mixer slama 10 mnit. -
masukan gula halus n BP kocok dg speed 1 slama 5 menit. -
masukan choco chip ,aduk dg spatula. -
masukan adonan dlm cup muffin , panggang slama 25 menit.
bersetubuh titian belantara muffin cake-4
bentangan empat penjuru
angin
kian menggenapkan kerinduan
menikam tulisan sederet namamu
memuja relung jiwa,
bentangan empat penjuru angin
tersesap kerharuman tubuhmu
beraroma bambu
menggenapkan titian birahi
sepanjang malam,
bentangan empat penjuru angin
menghiasi labirin pertapaan
cinta nan abadi,
bentangan empat penjuru angin
memeluk kekuatan berparasmu
cahaya rembulan,
bentangan empat penjuru angin
membakar dupa membara
menetak kebekuan
kerinduan antahberantah,
bentangan empat penjuru angin
mengental tatahan menuai kesetiaan
nan kudus
[hq]
kian menggenapkan kerinduan
menikam tulisan sederet namamu
memuja relung jiwa,
bentangan empat penjuru angin
tersesap kerharuman tubuhmu
beraroma bambu
menggenapkan titian birahi
sepanjang malam,
bentangan empat penjuru angin
menghiasi labirin pertapaan
cinta nan abadi,
bentangan empat penjuru angin
memeluk kekuatan berparasmu
cahaya rembulan,
bentangan empat penjuru angin
membakar dupa membara
menetak kebekuan
kerinduan antahberantah,
bentangan empat penjuru angin
mengental tatahan menuai kesetiaan
nan kudus
[hq]
bersetubuh titian belantara muffin cake-3
ketahuilah: wahai
ufukbarat pujaan hati
memuja rembulan bertaburan gemintang
menetak kelam malam,
wahai ufukbarat perlahan tetesan air matamu
kian membening,
wahai ufukbarat mengguman
kubangan cahaya temaram,
wahai ufukbarat bernafas tersengal
meronce ringkikan antahberantah,
wahai ufukbarat bersenggama tangisan
berkumandang lantunan
melambai tangan ufuktimur
[noham]
memuja rembulan bertaburan gemintang
menetak kelam malam,
wahai ufukbarat perlahan tetesan air matamu
kian membening,
wahai ufukbarat mengguman
kubangan cahaya temaram,
wahai ufukbarat bernafas tersengal
meronce ringkikan antahberantah,
wahai ufukbarat bersenggama tangisan
berkumandang lantunan
melambai tangan ufuktimur
[noham]
bersetubuh titian belantara muffin cake-2
perlahan cahaya membinar matamu
meredup tersesap pusara antahberantah,
belantara kasih masih tersulam
penuh kenikmatan dihamparan
peraduan panjang nan beraroma bambu,
sentuhan jemarimu melukis parasku tadi malam
sepadan tarian hujan,
lengkungan tubuhmu menitah tungkai
bersilang menenun aliran
sungai rintihan bersihir surga,
menggema tabuhan gemericing
liontin zamrud khatulistiwa
menetak satinmu menghitam
[Hq]
meredup tersesap pusara antahberantah,
belantara kasih masih tersulam
penuh kenikmatan dihamparan
peraduan panjang nan beraroma bambu,
sentuhan jemarimu melukis parasku tadi malam
sepadan tarian hujan,
lengkungan tubuhmu menitah tungkai
bersilang menenun aliran
sungai rintihan bersihir surga,
menggema tabuhan gemericing
liontin zamrud khatulistiwa
menetak satinmu menghitam
[Hq]
bersetubuh titian belantara muffin cake-1
kukatakan dengan segenap jiwa ragaku:
aku telah jatuh cinta kepadamu dan menginginkan
menyatu bersamamu dalam makna demi makna,
dan akhirnya engkau merengkuhku
dalam pelukan cinta abadimu:
kemudian kita bercumbu dalam dingin puncakmu
bersetubuh nan membeku tiada terhenti
berpalung sagara anakanmu
aku telah jatuh cinta kepadamu dan menginginkan
menyatu bersamamu dalam makna demi makna,
dan akhirnya engkau merengkuhku
dalam pelukan cinta abadimu:
kemudian kita bercumbu dalam dingin puncakmu
bersetubuh nan membeku tiada terhenti
berpalung sagara anakanmu
Langganan:
Komentar (Atom)