Tampilkan postingan dengan label Titian Raspberry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Titian Raspberry. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juli 2012

meronce titian berlapis Raspberry cake-23

*Lantunan simponi desah jiwamu
tersulam membait puisi cinta keabadian/
 tetesan embun kenikmatan membasuh dinihari
melintasi lingkaran cahaya mengukir benderang/
*tatahan parasmu mengeja pasi
membiting kerinduan taiada terhenti/
kosamu berlarmu terbata menembus suratan
memerah pertapaan usang/
*kemarau membunuh makna semua menjadi hening
menggunting lipatan kebenaran membunuh lukisan berdarah/
*sebait puisi menoreh pecutan sebaris gelegar halilintar
mengkremasi tubuh semesta berkain keluhuran
[ty]

meronce titian berlapis Raspberry cake-22

*melukis pertapaan membalut warna pelangi temaram
memerah paras menuai seberang lautan pilihanmu /
*serumpun pedang berkilap tajam memberangus lecutan api
memerahkan cadikmu membahana antahberantah semalam /
*ketika kata memuja kosa mengalir lereng penantian
menuai lekukan tubuh Langit meremas muara kuasa selaksa /
*sebaris puisi kutatah kekuatan memutih belati tersayat
mengulam sendi membelah lautan dipenghujung tepian karang/
*menyentuhmu dalam kekuatan makna barisan medan berlaga
menyentuh titik terhakiki berpekik genderang bergada/
*ketika satu kosa tersesap untaian patahan puisi menggema
menapak detak nadi meronce pertapaan purba berkeranda/
*perlahan pucuk pucuk cinta bermekaran membalut asa
menimang arah memuja sihir surga membasuh cahaya /
[ty]

meronce titian berlapis Raspberry cake-21

*Lengkungan antahberantah memuja
sederet warna menjingga menuai makna
tersulam para butiran membening laksana
melukis tepian menghijau bergaris urat nadi
menyentuh sulaman dilingkaran kesejukan
membuka pintu menikahi jendela matahari

*ufuktimur menetak selimut panjang mata
memuja secawan kasih pagi bersimponi
cadikmu berkereta angin menitis perlehatan
jiwa selaksa kutipan benang benang tertenun
memuja gubahan telapak tangan menggaris
satu persatu tertimang belantara kekuatan

*dentingan hujan birahi menghantar halilintar
Memuja serpihan lekukan tubuhmu rembulan
Tersesap gemericing peluh memukau desah
Kerlipan gemintang menggenapkan kenikmatan
Meronce tebing terjal berkhutbah menjubah
Sapuan asa memuja kenikmatan nan membinar
Hamparan dinding memutih khandil saksi

*lantunan semesta menziarahi noktah memerahkan
Satu kata menjuntai kosa memeluk warna menguning
Bertahta kurusetra memecut kereta peperangan
Lukisan kesetiaan purba membiting perjanjian purna
Sekuntum makna lima kata menggema pertapaan
Menderu langkah tertetak kereta angin surga
Ujung jemarimu memeluk lingkaran altar usang
Menghela nafas malam mengejar kerlipan cahaya
Perlahan marliana kesetian menatah nisan keabadian
[ty]

meronce titian berlapis Raspberry cake-20

satu kalimat menghapus hujan/
satu kosa menikam tetesan embun/
satu kata mengalir mencumbu muara/
satu makna menyentuh sutera jemarimu
penuh keabadian

meronce titian berlapis Raspberry cake-19

dipenghujung senja melukis kemuning
bermusim gugur menabuh gemerisik
ujung ujung daun berbantal cinta keabadian/
pusaran gelombang menulis kata
memuja arah menikam kemudi
melukis jejak terjejak/

ketika langkah kita menyatu
antara perbatasan usang
menekuri pematang sawah
menyatu hembusan angin senja/
ketika tikaman ombak kian membuncah
tepian karang terjal memukau percikan
membuih menyatu lingkaran gaunmu
bertelanjang kaki/

satu kalimat menghapus hujan
menitah bentangan sang bayu
menghempas pertapaan
berurai tetesan tirta
antara bayangan /

sebutir perjalanan panjang
menuai lekukan tubuh semesta
berlorong hitam memutihkan/
[ty]

meronce titian berlapis Raspberry cake-18

menyentuh palungmu terdalam
menikam tebing terjal belantara kenikmatan
menyatu setiap tetes kerinduan namamu
bersimponi lantunan nada menuai cahaya
ufuktimur melukis ufukbarat memantul kasih
bertahta cinta bersinggasana keabadian
gemericing makna paripurna bermantra

meronce titian berlapis Raspberry cake-17

*merabung ujung Langit
menyatu bayangan
pemujaan dewa dewi/
*berdentang Lonceng
kekuatan semesta
mencumbu ujung bentangan
karang terjal/
*pelukan kerinduan semesta alam
menikahi langkah penantian
taman bunga-bunga bermekaran/
*senja bertaburan kasih rembulan
menghembus kerudung matahari/
*memujamu tiada terhenti
bersenggama kekuatan mendesah
antahberantah membarakan
keabadian//

meronce titian berlapis Raspberry cake-16

*merabung ujung Langit
mendesah tatahan warna
membiru lautanmu/
*menyatu bayangan pemujaan dewa dewi
meniti ujung bentangan karang terjal/
*simponi semesta alam melahirkan
sebutir takdir menetak lintang tatapan
kian membusur makna telanjang/
*saat pelukan alam meronce benang hitam
memutihkan benang terang benderang
kian membiting empat penjuru angin/
*lantunan pujian menjelma kidung
menikam jiwa penantian baka
menggenang makna hakiki/

meronce titian berlapis Raspberry cake-15

perlahan: kedua tanganmu melipat sutera jemarimu meremas Langit
mengukir cakrawala jingga nan menjingga,

perlahan1: melantun simponi mencadikmu melempar kekuatan anak panah
melesat penh kekuatan menetak busur menikam palung jantungku,

perlahan2: semburat ujung laguna mempersolek parasmu
menggemintang wahai sang tatahan singgasana,

perlahan3: menyentuhmu samudera lepas melukis gelombang 
mencinta ombak memecah karang membuih kenikmatan, 

perlahan4: membentang cahaya sang rembulan menitah arus surut lautan pilihanmu 
bertahta karang membahana senandung antahberantah,

perlahan5: meriap ujung mayangmu menghempas butiran putih pasir 
menebar pesona karang merindu kosa tanpa kata laksana [ty]

meronce titian berlapis Raspberry cake-14

memuja sebutir makna nan tertetaskan,
melalui taburan desah angin pegunungan
bentangan padang ilalang meranggas
puing-puing batang menghitam berarang
pucuk-pucuk menguning tertetak pertapaan
mendengus api pembakaran antahberantah
lukisan purba menghijau mengulam jantung
pusaran detak gemintang bertuan rasi

[trumbukarangalam: memuja batas vegetasi]


with: DI BATAS VEGETASI
[Feriyanto Arief]

duduk menung di sudut sepi
sambil timang detak yang terus bergeser
adakah waktu bisa ditebus
dari gadai sekian derajat ordinat

arah ini masih di titik yang sama
walau kontur kian tajam
hingga nafas sengal
saat tebing curam dan jurang kutemukan

harum edelweiss kering penuhi udara
satu dua tarikan tapak akan tercetak di dataran angan
adakah sebentar diam reguk aromanya
jejalkan di paru kemudian riang kubawa
ataukah sekadar kutandai di lusuh lembar peta
sedang berkali gemericik air hanya ilusi angin
di saat jerigen mulai kosong
dan dahaga makin mencekik?

diam terkapar di teduh cerukan
: luka kian nganga

fa, 28052012

meronce titian berlapis Raspberry cake-13

saat mengukir cakrawala
lintasan antahberantah
acnamu tenggelam mendesah
mencumbu relungmu
kian berbinar sempurna,

bentangan dua mutiara
menjulang kerlipan cermerlang
para manik manik sempurna,
Lukisan binarmu sempurna berkilau
menatah kerlipan makna bercahaya
sapuan kirana penuh kekuatan makna
berpendar menikahi alam semesta

meronce titian berlapis Raspberry cake-12

gemericing tabuhan melarung mantra
menuai aksara beraltar belantara kasih
semerbak menggumpal wangi dupa
melukismu bertitah sapuan cakrawala

pengguman menikahi sihir surga
mencumbu lengkungan warna membunga
cadikmu membahana tebaran ciptamu
larik-larik takdir menebar ruh terlahirkan
membuncah kenikmatan satu persatu

meronce titian berlapis Raspberry cake-11

*Lembayung menggenang
bersetubuh cahaya
menikam duri berkenduri/
*bentangan cinta menatah singgasana
keabadian matahari rembulan bergemintang/
*kepakan larmu berasa lengkungan
penantian bertaburan warna kesucian
antahberantah/

*perlahan balutan mata jiwa meremang
mencumbu pelukan tubuhmu bermakna/
*satu jejak membunuh senja bersukma aksara
menuai langkah berlabirin menggema warna
memerah kuasa tetesan Langit memuja/
*dua titian bersatu empat hembusan malam
menderu pusaran kasih merenda tarian hujan
berkecipak menghempas dinding tubuhmu/

*benderang ruang menyatu dinding memutih
taburan aroma birahi termaktub tetesan tirta
selaksa pemenuhan lambaian tangan/
*persembahan malam menghempas asa
tersayat kerinduan nan berkilat terhempas/

*berkumandang bentangan dua sayap laguna
menetak gemuruh kerinduan berkerudung/
*sapuan kecupan membasah bibir penantian
meronce lengkungan rembulan/
*satu gumpalan berbenang purba lelaki tua
berpelikat empat penjuru angin selaksa/

meronce titian berlapis Raspberry cake-10

*ketika Langit melukis warna
berbalut sutera bibir lautan pilihanmu
tersesap lengkungan membumi/
*aliran sungai kasih membiting tanda berparas surga
membening tatahan makna membinar semalam/
*perlahan jiwamu menyatu jiwaku bernafas satu
memburu padang padang terjal bentangan cahaya
mencumbu lengkungan tubuhmu menggemintang
bertelanjang kenikmatan tiada terperi/
*lantunan simponi sang alam raya
menghantarkan desah nan mendesah
memerah jelaga memuja pusaran membumi
bermuara samudera cinta bercinta/

meronce titian berlapis Raspberry cake-9

*ketika Langit melukis warna
berbalut sutera bibir lautan pilihanmu
tersesap lengkungan membumi/
*aliran sungai kasih meronce danau matamu
membening tatahan makna membinar semalam/
*lantunan simponi sang bayu
menghantarkan desah nan mendesah
memerah jelaga tebing terjal
bermuara samudera cinta bercinta/
*mencintaimu sembilan belas tatahan semesta
menggenapkan ratusan singgasana
mencandi bertahun antahberantah/