Tampilkan postingan dengan label gemintang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gemintang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 April 2012

triplle chocolate chesse-15


:bertahta triplle chocolate chesse-15
:mengulur seutas membilah berbalut tarikan

memeluk nafasmu mencumbu lengkungan menjulang//
meremang makna sang mega memintal benang harapan//
sebutir harapan mengulur seutas membilah berbalut tarikan//
hujan penantian panjang menggenapkan memutar sang bayu//
ujung suteramu mengukir tanda bersalib makna meronce//
setitik lengkungan membidai sayap terpatahkan kekuatan semesta//
satu persatu membuka lembaran tatahan kitab purba//

bertahta layang-layang
in the universe: one-Yunaiteddo
batavia: 12/04/12 :: 07:27



.

Jumat, 30 Maret 2012

: untuk sepotongmu

Ketika mentari menepati janjinya,
kutelusuri jejak-jejakmu sepotong tartmu
persembahan dinihari
pertemuan serpihan- serpihan
meronce tartmu menimang rasa hambar
siang menitah terik ini
berguman: isi kepala membahana

* sayang


.

sabda Gemintang

: Sabda Alam
Menghanyutkan Suasanaku
Kadangkala Kebosanan
Mencekam Jiwa…
Sabda Alam
Berbuat Kodrat Tak Tertahan
Rasa Nista, Rasa Cinta
Berpadu Satu…

* Chrisye -sabda Alam.
by-Gemintang:5life


.

Selasa, 24 Mei 2011

fajar merekah memuja kuncup putih

sulur pengikat bertasbih menatah tebing terjal tertenun,
menjulang gunung firman-Mu membahana palung lautan,
cakrawala membesi membutir rawa sunyi,
menyatu danau diatas ranting lengkungan jiwa,
terpacak karang bersujud membuih ombak,
menyatu pantai berkitab pesona mantera,
kepakan menguat terbelenggu langit menggunting bumi,
pelangi abu abu keperakan bersahaja singgasana,
meremang kudukmu kumandang azan membentang,
parau nafas menutup kepala lengkungan jiwa merembak raga,
berwarna hitam mengkiblat mengetuk nurani waktu,
fajar merekah memuja kuncup putih perlahan beranjak senja


Lokasi: menyelami ujung
sutera kitab tauchid


.

Sabtu, 02 Oktober 2010

berlabuh cadik menyatu



badai merajam tiang layar
mematahkan tali kemudi,
gelombang menggulung perut cadik
menghempas buritan,
mantera mengerling
arus menggerus
altar berbuih,
tajam pedang mata hati
menyulut benak menyimak,
memecah gelombang
menyatu ujung tenggara kehidupan,
membunuhmu perlahan murka
semesta terkafani jiwa,
berlabuh cadik menyatu puing
hantarkan gelombang sukma,
sudut bibir sang bayu meredakan hamparan
membiru lautan


tertatah membuncah
kematian, 2010


.

melantun mimpi menjejak




bersemayam senyap hamparan relung menjiwa,
setitik kematian menepis ratapan pusara,
membutir pasir putih menderet
roh demi roh merentang,

menyelami tubuh lautan ditatah raga
menyulut kesucian,
bibir melantun mimpi menjejak menderai mayat,
haluan tenggelam menepi cadik senja,
lautan membiru tetes air kekekalan membulir,
saat MAHA membentang detakku membumi

Lokasi: menepis rentang titian
bibir melantun mimpi menjejak derai


17 Juli 2010



.

Sabtu, 17 Juli 2010

fajar merekah memuja kuncup putih



sulur pengikat bertasbih menatah tebing terjal tertenun,
menjulang gunung firman-Mu membahana palung lautan,
cakrawala membesi membutir rawa sunyi,
menyatu danau diatas ranting lengkungan jiwa,
terpacak karang bersujud membuih ombak,
menyatu pantai berkitab pesona mantera,
kepakan menguat terbelenggu langit menggunting bumi,
pelangi abu abu keperakan bersahaja singgasana,
meremang kudukmu kumandang azan membentang,
parau nafas menutup kepala lengkungan jiwa merembak raga,
berwarna hitam mengkiblat mengetuk nurani waktu,
fajar merekah memuja kuncup putih perlahan beranjak senja


Lokasi: menyelami ujung sutera kitab tauchid

kurapalkan mantera sukma



aku merangkai ruang dan waktu,
-sungguh aku mengagumimu-
selalu dalam lukisan gemintang
-tiada pudar,
kemudian kurapalkan-
-mantera sukma:
aku memohon
untuk engkau perbolehkan
meminjam telaga mata dan hatimu


Lokasi: kepakan sayap cinta
07:12:09:: 09:22

gemintang memelukmu hamparan cakrawala



ombak kembali menggulung senja,
meneduhkan teluk semu,
angin berbaris mengiris ujung karang,
lautan semakin teduh,

menjelma hamparan bara menjingga,
merona awan terbawa pintu menuju malam,
luruh mencabik jiwa nuasa gulita lara,
masih ada gemintang di cakrawala

begitu sungguh merona awan
terbawa pintu menuju malam
bersama luruh mencabik jiwa
nuasa gulita lara

aku menunggumu disini
apakah masih ada gemintang
di cakrawalamu

aku menunggumu
gemintang



Lokasi:
Kalianda Resort iN sunset
29 November 2009 :17:10