Tampilkan postingan dengan label semanjung sepi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label semanjung sepi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Agustus 2010

rindu ini kuciptakan



: rembulan

aku ingin melukis sinar mu
dihatinya nembun pagi,

katakan padanya biarku dekap erat
waktu demi waktu dingin membelenggu,
langit dengan biru bergejolak menemui
membelai sejuta rona terpatri angkasa
makna dalam dirimu ,

rindu ini kuciptakan
hanya untuk bidadariku tercinta


.

merajam sinar terang memeluk sukma



fajar membuncah cahaya menghempas rembulan,
sang mata dewa bangkit meyulam peraduan,
Ibu bumi menggeliat tercumbu ufuk lengkungan,
benderang kian meresapi sukma menabur raga,
menyirami rinai hujan ladang ladang tandus,
merajam sinar terang memeluk puncak karunia-Nya,
cahaya membentang sinar,
sinar menyelami kesaksian MAHA
menenun Wa Allahu 'Alim

Lokasi: menepis rentang titian




.

Sabtu, 17 Juli 2010

tertikam mata menukik bebatuan membeku



semenanjung mencium angin lautan,
gelombang memacu buih menghempas,
meliuk tubuhmu menyingkap percikan menyambar,
mengepak Larmu menguat tertikam mata
menukik bebatuan,

membuaimu air terjun tawarkan lumut lumut
meresapi sukma,
menjejak kelam lorong mengkelam perlahan,
kutatah mata jiwa mengukir dinding goa membeku,
hamparan mengiris fatamorgana kematian menyekap,
menepis asa relung mengkristal
pelangi menjari tertelan,
membentang kuasa-Nya men-zarrah
kerudung Langit mencadar perut membumi

: terimajinasi :: walet :collocalia gigas:
Lokasi: Ujung Kulon - Bantenese Province

mendesau angin jiwamu menepi buihku



: mayang rambutmu woro*

senja menyatu lembut perhiasan lautan,
mengalir pudar sinar mentari berkilau,
mempesona gemulai tatapan matamu ditebing biara,

membeku batu karang ufuk timur bergejolak,
terpancang tenggelam merdu menepi ufuk barat,
mencium arus mencumbu batu-batuan permukaan buih,
memikat bayangan bergumam langit menuai tembaga,
menyentuh gelombang mayang rambutmu woro*,
menikam sukma merentang pelukan penantian bersemayam,
mendesau angin jiwamu menepi buihku,
menatah penantian panjangku semburat menjingga.

Lokasi: Gilitrawangan Beach

menepis belenggu lukisan hamparan pasir



memuja terlena badai bermimpi topan,
menyatu bencana menjelang pintu
meremah berterbangan,

melangkah dilintasan rambut
terurai panjang gemericik terlukis
kehampaan jiwa,

bening mata menatap sebuah pantai
berkerudung jingga,
bersolek tanpa bercermin
menghias duka merengkuh
sekeping asa purba,

angin menggores wajah
menderu tikaman duka,
gelombang menggelegar dasar jiwa,
menepis belenggu berjuta lukisan
gemulai jemari,

menyatu hamparan pasir
di pantai hatimu


Lokasi: menepis belenggu lukisan
hamparan pasir bersolek tanpa bercermin
menghias duka merengkuh seke

sayatan gelegar ombak di semanjung sepi



menyerumu dalam kalbu ,
sayatan gelegar ombak
di semanjung sepi jiwaku,

membahana menyentuh kerikil
terpencil di lereng pemujaan,

merajutlah sukma meratapi raga ,
menyulam sepanjang savana kering terbakar,
gelora kemarin mencumbu,
kini menanti sesak nafas esok nanti,
merona cinta di matamu

Jika langit retak kembali
Kepakkan sayap mu mengayun turun
kubangun seribu menara
riuh cahaya lampu menggetar samar
jantung ku di sana
pijar menyatu asa jingga nirwana



bentangan semenanjung sepi
06:02:2010 :: teluk lampung
.