Tampilkan postingan dengan label kitab usang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kitab usang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 April 2012

triplle chocolate chesse-22


::triplle chocolate chesse-22
:menatapmu tiada terhenti

berdetak lantunan mata menitah langit menjulang asa memecah deburan ombak//
dipelataran sepi tertoreh kisah melecut jemari melukis tinta menghitam//
menjulang menara menebar cahaya menapaki tebing terjal senja//
gemericing kereta kematian menghantar arakan berkesah terik matahari//
pelukan semesta bersinggasana tiga warna mempesona cakrawala kehidupan//

persembahan makna bersabda kosa cinta bertahta keabadian meronce kisah terluka//
kerinduan menempa kesepian bemuara kesunyian tersesat kematian abadi//
pertapaan antahberantah menulis lingkaran berkuncup lambaian terhempas //


menjurai serpihan potongan puisi beraroma kematian abadi//
melantun simponi ntiada terhenti memuja ufuk timur menikam ufuk barat //
terhempas kehidupan berulam cinta//

seketika perjalananan memuja makna seribu kata cinta//
menatap matamu tiada terhenti saat engkau berkata kata//


-----

Sabtu, 14 April 2012

:triplle chocolate chesse-20


:triplle chocolate chesse-20
:puncak pegunungan bersetubuh dasar lautan

bertahta senja perlahan bersandar penuh kekuatan dilintasan pundak malam-
menuai makna meremang; hujan kata kata perlahan menitah buih berdesah diujung karang* - belantara lautan pilihanmu menebar pukat mencumbu ikan ikan mendayung jemari para penyu -

langit merenda serpihan kerinduan kian menikahi kasih tersuci keabadian -
berjajar para warna berbalut pelangi bersinggasana altar tersuci keabadian -
saat dua makna puncak pegunungan bersetubuh dasar lautan pilihanmu tersuci keabadian -

‎*perlahan untaian kerinduan menitis kemarin malam
menjelma sengatan benderang matahari hari ini tersuci keabadian --
menjurai sulur sulur kasih menggenggam dahan
memuja ranting cinta tersuci keabadian --


‎*berjajar kerangka benang demi benang terpintal bersisian kanan
mencadikmu menuai jemari lembayung tersuci keabadian --
bertingkat tertulis puisi berkosa kosa tanpa makna berjubah
penantian usang tersuci keabadian --


*bergetar lantunan simponi berhias sebutir kecupan
berkumandang lengkungan antahberantah tersuci keabadian --
lengkungantubuhmu menebar gelombang lautan pilihanmu
menggenapkan pertapaan tersuci keabadian --


*gemericing tarian hujan bersulang jenjang membahana
inti pelataran purba tersuci keabadian --
membuncah nada menetak ikatan
membentang semesta alam tersuci keabadian --


‎*memintal lembaran kitab purba maha paripurna
menetak sayatan lukisan lima kata tersuci keabadian --
setitik nafas menjulang titisan tiga layar memuja
kemudi lautan menikahi kerlipan lampu dermaga tersuci keabadian --

bertalu kerinduan menatap langit memeluk bumi
kian membuncah rona kekuatan semesta alam
bermakna tersuci keabadian --


*cakrawala perlahan meremang memuja ufuktimur
menisik secawan hati nan membasah tersuci keabadian --
satu langkah memuja ribuan pertapaan menjulang
kerinduan terpanjatkan makna tersuci keabadian --
sebutir mantra menetas tiada terhenti kian membuncah
merapal satu pelukan bersujud ribuan tersuci keabadian --

satu tarikan warna lukisan pemenuhan
ribuan pelangi menutup peraduan panjang tersuci keabadian --
perlahan tetesan embun diatas kitab purba
meronce luka beraltar tersuci keabadian --



taman anggrek:
14:04:12/ 17:22:

.

Rabu, 04 April 2012


:membiting Black forest-30

membentang subuh
berkumandang
menutup isya //
menikam pertengahan
menjulang djuhur
menggema//
meredup asyar
memukau jingga
magrib
membahana//

satu merenda hidupmu
satu bertahta hidupmu
singgasana keabadian//


.

Black forest-29


:membiting Black forest-29

merangkai binar
melingkari makna
berjalur membinar//

membinar lautan pilihanmu//
membinar teluk pilihanmu//
membinar tanjung pilihanmu//
membinar karang pilihanmu//


.

Selasa, 20 Maret 2012

: oceanus

berjuta tahun menembus abad antahberantah
memujamu tiada bertepi penuh kekuatan makna
cadikmu menikam bait bait menjalur penderitaan
saat satu menjalur melukai tubuhmu bertahta
ketika menjalur dua menetak asa percaya
tiga menjalur kuasa memberangus pertapaan
menulis cerita cahaya menggema bercerita

untuk hamparan kitab usang berjajar kutipan
tersimpan berjuta juta makna belum semua terbaca
peluhmu bersimbah menuai sembilan ufuk timur
tenggelam usang penantian sembilan ufuk barat
aroma malaikat cinta memeluk jiwaku selaksa
bersetubuh wangi Langit menatah purba menggoda
kerinduan menjamahtarian hujan membahana